{"id":4794,"date":"2026-10-08T14:00:32","date_gmt":"2026-10-08T14:00:32","guid":{"rendered":"https:\/\/lumbungberita.id\/?p=4794"},"modified":"2026-10-08T14:00:33","modified_gmt":"2026-10-08T14:00:33","slug":"danone-indonesia-dorong-akses-air-bersih-dan-sanitasi-di-pesantren-melalui-kolaborasi-lintas-sektor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/2026\/10\/08\/danone-indonesia-dorong-akses-air-bersih-dan-sanitasi-di-pesantren-melalui-kolaborasi-lintas-sektor\/","title":{"rendered":"Danone Indonesia Dorong Akses Air Bersih dan Sanitasi di Pesantren melalui Kolaborasi Lintas Sektor"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasuruan, lumbungbetita.id&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Danone Indonesia menggandeng sejumlah mitra menggelar festival akses Air Bersih dan Sanitasi Pesantren Jawa Timur bertajuk \u201cMengalirkan Kebaikan, Akses Air Bersih dan Sanitasi untuk Santri Indonesia\u201d. Kegiatan berlokasi&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">di Pesantren Ngalah, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, Kamis (8\/10\/26).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan tersebut juga dalam rangka<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">menyongsong Hari Santri 2026 dan menjadi ruang kolaborasi antara pesantren, pemerintah, sektor swasta, lembaga keuangan, masyarakat untuk mendorong peningkatan akses air bersih, sanitasi layak, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pesantren.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karyanto Wibowo selaku Publik Affairs dan Sustainability Director Danone Indonesia, mengatakan bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pembelajaran dan pembentukan&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">karakter yang memberikan pengaruh besar bagi<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">masyarakat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Karena itu, upaya menghadirkan&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">akses air bersih dan sanitasi yang&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">layak tidak hanya tentang menyediakan fasilitas, tetapi juga menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat diteladani para santri serta diteruskan kepada keluarga dan komunitas disekitarnya,&#8221; ucap Karyanto Wibowo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak pesantren&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">yang dapat membangun lingkungan yang sehat, sekaligus menjadi agen perubahan yang menginspirasi dan membawa dampak positif bagi masyarakat luas,&#8221; tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), akses sanitasi layak secara nasional pada 2024 mencapai 83,60%, yang berarti masih terdapat sekitar 45,4 juta masyarakat yang belum memiliki akses sanitasi layak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hampir 25 juta penduduk juga disebut belum menggunakan toilet, sementara baru sekitar 7% air limbah domestik yang diolah secara aman.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tantangan tersebut juga dirasakan di lingkungan pesantren. Indonesia memiliki lebih dari 34.000&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pondok Pesantren (Ponpes) dengan jutaan santri yang tinggal dalam sistem asrama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data dari survei yang dilakukan oleh Serikat Ekonomi Pesantren pada 2024 terhadap 210 Ponpes di wilayah Jawa Barat, DI Yogyakarta dan Jawa Timur menunjukkan baru sekitar 54% pesantren memiliki akses air bersih layak, sementara hanya 38% yang memiliki fasilitas sanitasi memadai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sambutannya oleh K.H. Shobih Asrori, selaku Wakil Bupati Pasuruan, menyampaikan, pesantren menjadi salah satu perhatian&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">utama Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mengembangkan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan serta kualitas kehidupan santri.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kami berterima kasih dan mengapresiasi kolaborasi yang digerakkan&nbsp; Danone Indonesia, karena&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">tentu saja Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan pesantren tidak dapat bergerak sendiri, dibutuhkan kolaborasi dan untuk pembiayaaan fasilitas air bersih yang menunjang operasional&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">pesantren. Kami berharap langkah ini dapat menciptakan santri-santri yang tangguh, santri yang&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">hebat, yang kelak akan menjadi pemimpin-pemimpin di masa depan,&#8221; ungkap sapaan Gus Shobih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kolaborasi lintas sektor, Danone Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi berkelanjutan sekaligus memperkuat peran pesantren, sebagai agen perubahan menuju masyarakat&nbsp; Indonesia yang lebih sehat. (SA).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasuruan, lumbungbetita.id&nbsp; Danone Indonesia menggandeng sejumlah mitra menggelar festival akses Air Bersih dan Sanitasi Pesantren Jawa Timur bertajuk \u201cMengalirkan Kebaikan, Akses Air Bersih dan Sanitasi untuk Santri Indonesia\u201d. Kegiatan berlokasi&nbsp; di Pesantren Ngalah, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, Kamis (8\/10\/26).&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4795,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4794","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4794","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4794"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4794\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4796,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4794\/revisions\/4796"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4795"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4794"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4794"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4794"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}