{"id":4338,"date":"2026-08-26T03:21:13","date_gmt":"2026-08-26T03:21:13","guid":{"rendered":"https:\/\/lumbungberita.id\/?p=4338"},"modified":"2026-08-26T03:21:15","modified_gmt":"2026-08-26T03:21:15","slug":"gorong-gorong-di-petungasri-pandaan-ambles-pemkab-turun-tangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/2026\/08\/26\/gorong-gorong-di-petungasri-pandaan-ambles-pemkab-turun-tangan\/","title":{"rendered":"Gorong-Gorong di Petungasri Pandaan Ambles, Pemkab Turun Tangan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasuruan_lumbungberita.id<br>Gorong-gorong di Jalan Jaksa Agung Suprapto, tepatnya di Simpang Empat Petungasri, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, ambles, Rabu (26\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Amblesnya jalan yang menuju jalur alternatif ke Trawas ini cukup dalam. Kondisi tersebut menyebabkan air meluber hingga ke Jalan Raya Kasri dan membuat kendaraan yang melintas harus mengurangi kecepatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agung, warga Petungasri, mengatakan kondisi jalan ambles sebenarnya sudah terjadi cukup lama. Sebelumnya, lokasi tersebut sempat ditambal menggunakan pasir. Namun, upaya tersebut tidak bertahan lama dan jalan kembali ambles.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Pernah ditambal pakai pasir. Tapi lama-lama ambles lagi. Mulai Senin (24\/8) amblesnya tambah parah. Muncul air dan meluber ke jalan raya,&#8221; kata Agung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan langsung melakukan peninjauan. Dinas Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga dan Bina Konstruksi turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi gorong-gorong dan menentukan langkah penanganan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"676\" src=\"https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1787714397230-picsay.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4340\" srcset=\"https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1787714397230-picsay.jpeg 900w, https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1787714397230-picsay-300x225.jpeg 300w, https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/1787714397230-picsay-768x577.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kabid SDA, Bensu Roa Priyadi, mengatakan gorong-gorong yang ambles merupakan saluran air rumah tangga. Dari hasil pengecekan, saluran tersebut dipenuhi sampah dan sedimentasi tanah sehingga aliran air tidak berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Hari ini dilakukan pembersihan sampah dan dilanjutkan pembongkaran jalan menggunakan backhoe. Jalan ini harus dibongkar karena gorong-gorongnya akan diganti,&#8221; jelas Bensu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Kabid Bina Marga Danang mengatakan ruas jalan terdampak yang akan dibongkar sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar 1 meter. Setelah pembongkaran, gorong-gorong lama akan diganti menggunakan box culvert.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, amblesnya jalan juga dipengaruhi oleh kendaraan yang melintas. Ia mendapati jalan dengan lebar 10 meter itu kerap dilalui kendaraan berat. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian terkait pengaturan arus lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Bisa jadi jalan akan ditutup total selama perbaikan. Bisa juga ditutup separuh. Tapi kalau ditutup separuh perbaikan pasti membutuhkan waktu yang lebih lama,&#8221; pungkas Danang. (Ind)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasuruan_lumbungberita.idGorong-gorong di Jalan Jaksa Agung Suprapto, tepatnya di Simpang Empat Petungasri, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, ambles, Rabu (26\/8\/2026). Amblesnya jalan yang menuju jalur alternatif ke Trawas ini cukup dalam. Kondisi tersebut menyebabkan air meluber hingga ke Jalan Raya Kasri dan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4339,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4338","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4338","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4338"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4338\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4341,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4338\/revisions\/4341"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4339"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4338"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4338"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4338"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}