{"id":4322,"date":"2026-08-23T05:47:57","date_gmt":"2026-08-23T05:47:57","guid":{"rendered":"https:\/\/lumbungberita.id\/?p=4322"},"modified":"2026-08-23T05:47:59","modified_gmt":"2026-08-23T05:47:59","slug":"tak-ada-karnaval-desa-rw-03-rt-07-08-kemantren-martopuro-gelar-karnaval-mini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/2026\/08\/23\/tak-ada-karnaval-desa-rw-03-rt-07-08-kemantren-martopuro-gelar-karnaval-mini\/","title":{"rendered":"Tak ada Karnaval Desa, RW-03 RT 07\/08 Kemantren Martopuro Gelar Karnaval Mini"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasuruan. lumbungberita.id<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan tidak menggelar karnaval tingkat desa. Menyikapi hal itu, warga RW-03 RT 07\/08 Dusun Kemantren inisiatif menggelar karnaval mini di lingkungan masing-masing untuk tetap memeriahkan HUT RI ke-81.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karnaval mini dilaksanakan pada Minggu (23\/8\/26) dengan rute mengelilingi jalan lingkungan RW-03. Meski berskala kecil, semangat warga tidak kalah meriah. Peserta terdiri dari anak-anak, remaja, ibu-ibu PKK, hingga bapak-bapak dengan berbagai kostum unik dan kreatif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini dikomandoi langsung oleh Munip Santos bersama Karang Taruna &#8220;PANGESTU&#8221; Dusun Kemantren. Turut mendukung perangkat RW-03 yakni Candra, serta pengurus RT 07 dan RT 08 Kemantren yang bahu-membahu menyiapkan acara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sang Komando acara Munip Santoso mengatakan, karnaval mini digelar agar semangat kemerdekaan tetap hidup di tingkat lingkungan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Karena desa tidak ada karnaval, kami putuskan bikin sendiri di RW. Tujuannya untuk mempererat silaturahmi dan memberi hiburan ke warga,&#8221; kata sapaan Cak Munip.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rangkaian karnaval dimulai dengan kirab keliling, dilanjutkan penampilan sederhana warga, serta yel-yel kemerdekaan dari masing-masing kelompok. Warga yang menonton di depan rumah juga ikut memeriahkan dengan membagikan jajanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perangkat RW-03, Candra, mengapresiasi inisiatif pemuda dan warga. &#8220;Saya bangga anak-anak muda PANGESTU dan Pak Munip Santos mau bergerak. Dana semua swadaya. Ini bukti gotong royong warga Kemantren masih kuat,&#8221; ucap Candra.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kecil-kecil tapi kompak. Dirgahayu RI ke-81. Semoga tahun depan lebih meriah lagi,&#8221; pungkas Candra.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain karnaval, panitia juga menyiapkan lomba-lomba rakyat seperti balap kelereng, estafet sarung, dan tarik tambang khusus ibu-ibu. Acara ditutup dengan pembagian hadiah dan ramah tamah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Edi salah satu warga Kemantren mengapresiasi kreatifitas warga RT-07\/08. Menurutnya, kegiatan warga ini sangat bagus karena mengenang dan menghargai jasa leluhur yang turut berperang melawan musuh Indonesia waktu dulu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pria berpostur kekar ini juga berharap, agar warga lainnya bisa mencontoh RW-03 Dusun Kemantren, untuk menghargai pejuang yang sudah gugur di Medan perang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kegiatan yang sangat bagus harus mendapat apresiasi. Semoga kedepan RW-03 Dusun Kemantren, Desa Martopuro, semakin solid dan kompak,&#8221; ungkap Edi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Warga berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun, meskipun nanti desa kembali menggelar karnaval besar. (Lum).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasuruan. lumbungberita.id Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan tidak menggelar karnaval tingkat desa. Menyikapi hal itu, warga RW-03 RT 07\/08 Dusun Kemantren inisiatif menggelar karnaval mini di lingkungan masing-masing untuk tetap memeriahkan HUT RI&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4324,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4322","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4322","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4322"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4322\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4325,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4322\/revisions\/4325"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4324"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4322"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4322"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4322"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}