{"id":4318,"date":"2026-08-22T14:07:07","date_gmt":"2026-08-22T14:07:07","guid":{"rendered":"https:\/\/lumbungberita.id\/?p=4318"},"modified":"2026-08-22T14:07:08","modified_gmt":"2026-08-22T14:07:08","slug":"ada-nyamuk-raksasa-di-karnaval-dusun-biru-gunungrejo-singosari-warga-heboh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/2026\/08\/22\/ada-nyamuk-raksasa-di-karnaval-dusun-biru-gunungrejo-singosari-warga-heboh\/","title":{"rendered":"Ada &#8220;Nyamuk Raksasa&#8221; di Karnaval Dusun Biru Gunungrejo Singosari, Warga Heboh"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Malang Raya. lumbungberita<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada &#8220;Nyamuk Raksasa&#8221; di karnaval Dusun Biru, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari. Ternyata nyamuk ide kreatif dari RT\/RW: 09\/03 atau biasa di sebut kampung lowok. Sabtu (22\/8\/26) pukul 19:00 Wib.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karnaval dalam rangka menyambut HUT RI ke-81 di Dusun Biru, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang berlangsung meriah. Salah satu kreasi yang paling menyita perhatian warga adalah &#8220;nyamuk raksasa&#8221; yang ikut mengarak di sepanjang rute karnaval.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kreasi nyamuk raksasa dengan tinggi sekitar 3 meter itu dibuat oleh warga Kampung Lowok\/RT\/RW: 09\/03. Badan nyamuk terbuat dari rangka bambu dan kawat yang dilapisi kertas, sementara sayapnya menggunakan kain tipis agar bisa bergerak saat ditiup angin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Koordinator MK mengatakan, tema nyamuk dipilih karena mengangkat isu DBD yang sempat mewabah di wilayahnya beberapa bulan lalu. &#8220;Ini bentuk kampanye kreatif. Nyamuknya kita bikin raksasa biar orang ingat bahaya DBD, tapi pesannya disampaikan dengan cara lucu,&#8221; ujarnya di sela karnaval.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sepanjang rute, &#8220;nyamuk raksasa&#8221; diarak oleh 8 pemuda sambil membawa semprotan asap yang menyerupai obat fogging. Aksi itu mengundang tawa dan tepuk tangan warga yang menonton di pinggir jalan. Banyak warga yang berebut foto bersama kreasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Heri salah satu warga yang menyampaikan hiburan rakyat yakni karnaval mengatakan, biasanya karnaval isinya drumband dan tarian. Kali ini ada nyamuk raksasa, unik dan ada edukasinya. Anak-anak jadi paham pentingnya jaga kebersihan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Sangat kreatif warga RT\/RW: 09\/03 kampung lowok ini. Semoga kedepan karnaval seperti ini semakin meriah dan kalau bisa di gabungkan jadi satu desa,&#8221; kata Heri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain nyamuk raksasa, karnaval juga diikuti 10 kelompok peserta lain dengan tema perjuangan, budaya dan lingkungan. Seluruh peserta berjalan sekitar 1 km mengelilingi Dusun Biru dengan diiringi musik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Warga berharap kegiatan seperti ini terus diadakan setiap tahun. &#8220;Karnaval bukan cuma hiburan. Kalau bisa sekalian ngasih pesan, seperti nyamuk ini. Kreatif, lucu, tapi bermakna,&#8221; pungkas Heri yang di amini warga lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hingga berita ini diterbitkan pukul 21.30 Wib, karnaval Dusun Biru, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, masih berlangsung. (Lum).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto: Nyamuk Raksasa warnai karnaval Dusun Biru, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4319,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4318","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4318"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4318\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4320,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4318\/revisions\/4320"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4319"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}