{"id":4069,"date":"2026-07-22T16:09:32","date_gmt":"2026-07-22T16:09:32","guid":{"rendered":"https:\/\/lumbungberita.id\/?p=4069"},"modified":"2026-07-22T16:09:35","modified_gmt":"2026-07-22T16:09:35","slug":"ketua-umum-pji-kecam-pernyataan-hotman-paris-nilai-ada-degradasi-verbal-dan-abuse-of-influence","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/2026\/07\/22\/ketua-umum-pji-kecam-pernyataan-hotman-paris-nilai-ada-degradasi-verbal-dan-abuse-of-influence\/","title":{"rendered":"Ketua Umum PJI Kecam Pernyataan Hotman Paris, Nilai Ada Degradasi Verbal dan Abuse of Influence"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">JAKARTA . lumbungberita.id<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Hartanto Boechori mengecam keras perilaku Hotman Paris Hutapea yang membentak seorang jurnalis saat konferensi pers di Kejaksaan Agung RI pada 17 Juli 2026. PJI menyebut tindakan itu sebagai bentuk degradasi verbal terhadap marwah profesi jurnalis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSaya heran, Hotman Paris Hutapea, sosok yang selama ini menempatkan dirinya sebagai advokat kelas atas, justru melakukan pelecehan verbal yang bermuatan degradasi intelektual terhadap jurnalis dengan membentak \u2018Lu punya otak nggak sih?!\u2019,\u201d tegas Hartanto dalam rilis resmi, Rabu (22\/7\/26).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Hartanto, peristiwa tersebut bukan sekadar rendahnya etika komunikasi seorang narasumber. Aktivitas konfirmasi dan tanya jawab merupakan instrumen sah dalam pelaksanaan fungsi jurnalistik untuk memenuhi hak masyarakat atas informasi. Karena itu tidak ada ruang pembenaran merespons tugas jurnalistik dengan bentakan dan penghinaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih lanjut, PJI menyoroti manuver komunikasi Hotman Paris dalam kapasitasnya sebagai kuasa hukum tersangka mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus. Hartanto menilai ada upaya manipulatif dengan mencatut nama Presiden RI, institusi Polri, Kapolri serta sejumlah pejabat tinggi negara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPresiden, institusi Polri dan Kapolri milik seluruh rakyat Indonesia. Mereka bukan tameng kepentingan hukum pribadi, apalagi alat intimidasi psikologis untuk membungkam kemerdekaan pers,\u201d ujar Hartanto.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua PJI menyebut tindakan mempertontonkan kedekatan dengan pusat kekuasaan demi membentengi kepentingan hukum pribadi sebagai bentuk abuse of influence atau penyalahgunaan pengaruh. Perilaku itu dinilai tidak mencerminkan etika profesi advokat yang menjunjung integritas dan independensi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski Hotman Paris telah menyampaikan permohonan maaf melalui media sosial kepada insan pers, Presiden dan pejabat negara, Hartanto menegaskan hal itu tidak menghapus konsekuensi hukum. Saat ini laporan telah diajukan oleh rekan-rekan PWI bersama organisasi pers lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hartanto&nbsp; juga telah menerbitkan Surat Penugasan kepada Pengurus dan Anggota Departemen Hukum dan HAM PJI untuk melakukan pelaporan dengan pasal-pasal relevan, baik terkait dugaan penghinaan terhadap jurnalis maupun dugaan abuse of influence. Hartanto menginstruksikan seluruh anggota PJI di seluruh Indonesia menjaga soliditas lintas organisasi pers dan mengawal serius proses penegakan hukum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKemerdekaan pers adalah pilar negara demokrasi. Setiap bentuk intimidasi, penghinaan, maupun upaya merendahkan martabat profesi jurnalis tidak boleh dibiarkan menjadi budaya,\u201d pungkasnya. (Red-PJI).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto : Ketua Umum PJI (Kaos hitam) Hartanto Boechori.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4070,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4069","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4069","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4069"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4069\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4071,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4069\/revisions\/4071"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4070"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4069"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4069"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4069"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}