{"id":4054,"date":"2026-07-21T08:31:51","date_gmt":"2026-07-21T08:31:51","guid":{"rendered":"https:\/\/lumbungberita.id\/?p=4054"},"modified":"2026-07-21T08:31:53","modified_gmt":"2026-07-21T08:31:53","slug":"mediasi-gagal-sidang-gugatan-ptsl-randupitu-lanjut-ke-pokok-perkara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/2026\/07\/21\/mediasi-gagal-sidang-gugatan-ptsl-randupitu-lanjut-ke-pokok-perkara\/","title":{"rendered":"Mediasi Gagal, Sidang Gugatan PTSL Randupitu Lanjut ke Pokok Perkara"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasuruan_lumbungberita.id<br>Upaya damai dalam perkara gugatan Citizen Lawsuit terkait Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, dipastikan menemui jalan buntu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Bangil, Selasa (21\/7\/2026), menjadi penutup proses mediasi setelah pihak tergugat secara resmi menolak resume usulan perdamaian yang diajukan penggugat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sidang tersebut, agenda yang dibahas adalah penyampaian resume tanggapan para tergugat atas resume mediasi dari pihak penggugat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesuai sikap yang sebelumnya telah disampaikan kuasa hukum tergugat, usulan perdamaian itu ditolak sehingga perkara akan dilanjutkan ke tahap pemeriksaan pokok perkara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kuasa hukum Kepala Desa Randupitu, Nofi Hariyanto, menegaskan pihaknya siap melanjutkan proses persidangan untuk membuktikan bahwa pelaksanaan PTSL di Desa Randupitu telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kami menolak resume mediasi dari penggugat. Kami siap melanjutkan untuk masuk ke persidangan pokok perkara yang akan membuktikan kebenaran dalam proses PTSL di Randupitu,&#8221; ujar Nofi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menjelaskan, salah satu alasan penolakan tersebut karena pelaksanaan PTSL di Kabupaten Pasuruan telah mengacu pada ketentuan yang berlaku di daerah dan tidak dapat disamakan dengan praktik di daerah lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Perbup sudah dilaksanakan di Kabupaten Pasuruan dan tidak bisa disamakan dengan daerah lain,&#8221; katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, pihaknya juga menolak permintaan pengembalian biaya PTSL sebagaimana yang diminta penggugat. Menurutnya, program tersebut telah berjalan dan para peserta tetap melanjutkan proses pengurusan sertifikat tanah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kami juga menolak permintaan pengembalian biaya PTSL karena prosesnya sudah berjalan. Kecuali kalau batal, maka panitia wajib mengembalikan. Faktanya, tidak ada penggugat yang mencabut berkas PTSL-nya. Artinya, penerima manfaat langsung tetap melanjutkan proses PTSL,&#8221; tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan tidak tercapainya kesepakatan dari salah satu pihak, proses mediasi dinyatakan berakhir. Selanjutnya, majelis hakim akan melanjutkan pemeriksaan perkara ke tahap persidangan pokok untuk menguji dalil dan alat bukti yang diajukan masing-masing pihak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelumnya, gugatan Citizen Lawsuit terkait pelaksanaan PTSL Desa Randupitu diajukan sejumlah warga yang mempersoalkan kebijakan pelaksanaan program tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam proses mediasi, penggugat sempat mengajukan sejumlah usulan perdamaian. Namun, usulan itu akhirnya ditolak oleh pihak tergugat sehingga penyelesaian perkara akan ditentukan melalui proses persidangan. (Ind)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasuruan_lumbungberita.idUpaya damai dalam perkara gugatan Citizen Lawsuit terkait Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, dipastikan menemui jalan buntu. Sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Bangil, Selasa (21\/7\/2026), menjadi penutup proses mediasi setelah pihak&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4055,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-4054","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4054","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4054"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4054\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4056,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4054\/revisions\/4056"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4055"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4054"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4054"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4054"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}