{"id":3705,"date":"2026-06-15T07:01:40","date_gmt":"2026-06-15T07:01:40","guid":{"rendered":"https:\/\/lumbungberita.id\/?p=3705"},"modified":"2026-06-15T07:01:43","modified_gmt":"2026-06-15T07:01:43","slug":"diduga-selang-angin-pecah-truk-muat-tepung-meluncur-dan-hantam-rumah-di-kepulungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/2026\/06\/15\/diduga-selang-angin-pecah-truk-muat-tepung-meluncur-dan-hantam-rumah-di-kepulungan\/","title":{"rendered":"Diduga Selang Angin Pecah, Truk Muat Tepung Meluncur dan Hantam Rumah di Kepulungan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasuruan_lumbungberita.id<br>Sebuah truk Hino bermuatan tepung mengalami kecelakaan di jalur nasional Malang\u2013Surabaya, tepatnya di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (15\/6\/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peristiwa itu sempat memicu kemacetan panjang lantaran badan truk melintang dan menutup seluruh ruas jalan dari arah Malang menuju Surabaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Informasi yang dihimpun, truk bernopol S-8920-UU tersebut dikemudikan Supri (50), warga Sidoarjo. Kendaraan itu diketahui mengangkut tepung dari Gresik dan hendak dikirim ke wilayah Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun saat melintas di lokasi kejadian, truk mendadak kehilangan kendali dan meluncur mundur. Diduga kuat penyebabnya karena selang angin pada sistem kendaraan pecah sehingga fungsi pengereman dan kendali kendaraan tidak bekerja normal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSelang angin pecah. Rem, kopling, setir enggak bisa berfungsi kalau tidak ada anginnya,\u201d terang Supri kepada awak media.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kondisi darurat, Supri mengambil keputusan membelokkan kendaraan ke arah kanan hingga masuk jalur berlawanan. Langkah itu dilakukan untuk menghindari dampak yang lebih fatal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDaripada saya tetap di jalur ini mungkin bisa fatal. Sekuat tenaga saya belokkan ke kanan karena saya tahu di jalur lawan keadaan sedang sepi kendaraan,\u201d tutur pria kelahiran 1976 tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Truk akhirnya berhenti setelah menghantam teras rumah milik Suprayitno (64) serta tumpukan rongsokan milik seorang pengusaha bernama Amir (57).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akibat benturan tersebut, satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian atap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun arus lalu lintas sempat terganggu dan antrean kendaraan mengular cukup panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Petugas Unit Lantas Polsek Gempol yang datang ke lokasi kemudian melakukan rekayasa lalu lintas dengan menerapkan sistem buka tutup. Jalur dari arah Surabaya\u2013Malang digunakan bergantian untuk dua arah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, sopir truk menyebut proses evakuasi kemungkinan tidak dilakukan dengan membongkar seluruh muatan yang mencapai sekitar 30 ton.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDaripada membongkar muatan 30 ton, sepertinya lebih cepat mengganti selang angin. Montir sudah perjalanan ke sini,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hingga berita ini selesai dibuat, belum ada keterangan resmi dari polisi. Petugas masih melakukan pendataan di lokasi kejadian. (Ind)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasuruan_lumbungberita.idSebuah truk Hino bermuatan tepung mengalami kecelakaan di jalur nasional Malang\u2013Surabaya, tepatnya di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin (15\/6\/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Peristiwa itu sempat memicu kemacetan panjang lantaran badan truk melintang dan menutup seluruh ruas jalan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3706,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-3705","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3705","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3705"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3705\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3707,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3705\/revisions\/3707"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3706"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3705"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3705"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3705"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}