{"id":3621,"date":"2026-06-06T16:08:40","date_gmt":"2026-06-06T16:08:40","guid":{"rendered":"https:\/\/lumbungberita.id\/?p=3621"},"modified":"2026-06-06T18:25:51","modified_gmt":"2026-06-06T18:25:51","slug":"menepi-sejenak-di-pawon-mbok-kasti-pandaan-kuliner-jawa-timuran-dengan-nuansa-tempo-dulu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/2026\/06\/06\/menepi-sejenak-di-pawon-mbok-kasti-pandaan-kuliner-jawa-timuran-dengan-nuansa-tempo-dulu\/","title":{"rendered":"Menepi Sejenak di Pawon Mbok Kasti Pandaan, Kuliner Jawa Timuran dengan Nuansa Tempo Dulu"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasuruan_lumbungberita.id<br>Aroma kayu bakar menyeruak. Kepulan asap tipis membumbung perlahan. Dari dapur yang didominasi kayu dan gedek bambu itu, muncul wangi masakan yang mengingatkan pada suasana dapur tempo dulu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nuansa itulah yang ditawarkan Pawon Mbok Kasti, rumah makan baru di Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lumbung Berita berkesempatan menghadiri hari kedua soft launching Pawon Mbok Kasti, Sabtu (6\/6\/2026). Lokasinya cukup mudah dijangkau. Hanya sekitar 100 meter dari jalur Beji-Pandaan. Pengunjung yang datang menggunakan mobil tak perlu khawatir kesulitan mencari tempat parkir karena tersedia area yang cukup luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Begitu memasuki kawasan rumah makan, nuansa Jawa tradisional langsung terasa. Bangunan didominasi material kayu dengan berbagai ornamen khas tempo dulu. Beberapa sudut sengaja ditata menyerupai rumah-rumah lawas yang dahulu banyak dijumpai di kampung-kampung Jawa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu daya tarik tempat ini berada di dapurnya. Di saat banyak restoran beralih ke peralatan modern, Pawon Mbok Kasti masih mempertahankan tungku kayu bakar alias tumang sebagai sarana memasak. Aktivitas memasak ini tentu saja menjadi pemandangan menarik bagi pengunjung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKonsepnya kembali ke tempo dulu. Kami mencoba menawarkan pengalaman merasakan masakan rumahan. Sangat cocok untuk melepas rasa rindu ke masa lampau,\u201d ujar Andri Eko Santoso, Manager Pawon Mbok Kasti.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"850\" height=\"581\" src=\"https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260606-WA0056.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3623\" srcset=\"https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260606-WA0056.jpg 850w, https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260606-WA0056-300x205.jpg 300w, https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260606-WA0056-768x525.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nama Pawon Mbok Kasti diambil dari nama orang tua pemilik usaha. Nama tersebut sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap tradisi keluarga yang menginspirasi lahirnya tempat makan ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPawon ini diambil dari nama nenek saya. Pemiliknya, paman saya, memang sudah lama merantau. Jadi, sangat kangen dengan masakan Nogosari yang khas Jawa Timuran. Yang masakpun seluruhnya kakak-kakak beliau,\u201d jelas pria asli Nogosari tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi pencinta kuliner rumahan, meja prasmanan menjadi tujuan pertama yang sulit dilewatkan. Aneka menu khas Jawa Timur tersaji setiap hari dengan pilihan yang selalu berganti. Mulai sayur hingga lauk tradisional tersedia dalam berbagai varian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak hanya menu prasmanan, sejumlah hidangan khas Jawa Timur juga bisa dipesan secara khusus di Warung Gedek. Rawon dengan kuah hitam pekat, rujak cingur, pecel, lontong kikil, hingga gule sate menjadi beberapa menu andalan yang ditawarkan. Dengan harga yang relatif terjangkau, pengunjung bisa menikmati sajian khas daerah dalam suasana yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cHarga yang kami tawarkan terjangkau. Paling mahal kami bandrol 35 ribu. Karena kami ingin makanan di sini bisa dinikmati semua orang. Ya syukur-syukur bisa memberikan nuansa berbeda,\u201d papar Andri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pilihan minumannya pun cukup lengkap. Bagi pecinta minuman tradisional tersedia wedang uwuh yang cocok dinikmati saat udara sejuk. Sementara generasi muda dapat memilih berbagai minuman kekinian seperti matcha, taro, hingga red velvet. Aneka olahan kopi juga menjadi pilihan menarik untuk menemani waktu bersantai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBagi pencinta kopi, tersedia beragam pilihan racikan berbahan kopi lokal. Dari kopi tubruk hingga minuman berbasis espresso yang diracik menggunakan mesin kopi modern,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"850\" height=\"581\" src=\"https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260606-WA0057.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3622\" srcset=\"https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260606-WA0057.jpg 850w, https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260606-WA0057-300x205.jpg 300w, https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260606-WA0057-768x525.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak sekadar tempat makan, Pawon Mbok Kasti juga mencoba menghadirkan pengalaman berkumpul yang lebih berkesan. Sajian live musik siap menemani pengunjung di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cLive musik akan kami hadirkan di hari Jumat dan Sabtu malam. Sedangkan Minggu siang akan diisi musik keroncong dari Kembang Goyang Pandaan,\u201d tandas Andri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain berburu kuliner, pengunjung juga bisa memanfaatkan banyak sudut menarik untuk berfoto. Area dapur tradisional menjadi salah satu spot favorit. Begitu pula halaman dan ruang makan yang mengusung konsep Jawa klasik. Hampir setiap sudut menawarkan latar yang cocok untuk diunggah ke media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIni kayu yang digunakan kelihatan kayu lama. Konsepnya asli gak main-main. Semua disetting seolah kembali ke tempo dulu,\u201d ujar Zaki, salah satu pengunjung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya, Pawon Mbok Kasti seolah mengajak pengunjung kembali ke masa ketika dapur menjadi pusat kehidupan keluarga. Tempat di mana aroma kayu bakar, masakan rumahan, dan suasana hangat berpadu menjadi satu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah menjamurnya kafe modern, konsep seperti inilah yang justru menghadirkan pengalaman berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSaya yakin kalau kualitasnya tetap dijaga, Pawon Mbok Kasti ini lambat laun akan jadi salah satu icon Pandaan,\u201d pungkas Zaki. (Ind)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasuruan_lumbungberita.idAroma kayu bakar menyeruak. Kepulan asap tipis membumbung perlahan. Dari dapur yang didominasi kayu dan gedek bambu itu, muncul wangi masakan yang mengingatkan pada suasana dapur tempo dulu. Nuansa itulah yang ditawarkan Pawon Mbok Kasti, rumah makan baru di Desa&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3624,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,22],"tags":[],"class_list":["post-3621","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","category-pariwara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3621","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3621"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3621\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3626,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3621\/revisions\/3626"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3624"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}