{"id":3397,"date":"2026-05-09T15:05:59","date_gmt":"2026-05-09T15:05:59","guid":{"rendered":"https:\/\/lumbungberita.id\/?p=3397"},"modified":"2026-05-09T15:18:43","modified_gmt":"2026-05-09T15:18:43","slug":"gandeng-pt-sirsak-warga-tamanan-kepulungan-mulai-kelola-sampah-secara-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/2026\/05\/09\/gandeng-pt-sirsak-warga-tamanan-kepulungan-mulai-kelola-sampah-secara-digital\/","title":{"rendered":"Gandeng PT Sirsak, Warga Tamanan Kepulungan Mulai Kelola Sampah Secara Digital"},"content":{"rendered":"\n<p>Pasuruan_lumbungberita.id<br>Warga Dusun Tamanan, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan mulai menerapkan pengelolaan sampah berbasis digital melalui pembentukan Bank Sampah Unit (BSU) yang didampingi PT Sirkular Saka Indonesia (Sirsak).<\/p>\n\n\n\n<p>Program tersebut ditandai dengan penimbangan perdana sampah warga yang dilaksanakan pekan ini di RT 06 Dusun Tamanan, Sabtu (9\/5\/2026). Kegiatan awal itu menyasar lebih dari 50 kepala keluarga sebagai langkah awal membangun sistem pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan bank sampah konvensional, BSU Dusun Tamanan mulai menggunakan aplikasi dan teknologi digital milik Sirsak. Nasabah tidak lagi memakai buku tabungan manual karena saldo sampah dapat dipantau langsung melalui aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, proses penimbangan dan pencatatan sampah dilakukan menggunakan sistem digital SPOP (Sirsak Point of Purchase) sehingga administrasi bank sampah menjadi lebih praktis dan tertata.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kegiatan perdana tersebut, warga mulai mengumpulkan berbagai jenis sampah anorganik, termasuk sampah Multi Layer Plastic (MLP) seperti bungkus mi instan dan kemasan minyak goreng yang sebelumnya langsung dibuang ke TPS.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua TPS sekaligus pengurus sementara BSU Dusun Tamanan, Samsul Arifin, mengatakan antusiasme warga terhadap program bank sampah digital cukup tinggi, terutama dari kalangan ibu-ibu rumah tangga.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cWarga terutama ibu-ibu sangat antusias. Mereka senang karena sampah yang biasanya dibuang sekarang bisa dipilah dan memiliki nilai,\u201d ujar Samsul.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"950\" height=\"588\" src=\"https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG-20260509-WA0058.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3398\" srcset=\"https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG-20260509-WA0058.jpg 950w, https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG-20260509-WA0058-300x186.jpg 300w, https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/IMG-20260509-WA0058-768x475.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 950px) 100vw, 950px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu mengurangi volume sampah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat apabila dikelola secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami optimis Dusun Tamanan bisa mandiri dalam pengelolaan sampah. Sampah organik bisa dikelola melalui budidaya maggot oleh pemuda karang taruna, sedangkan sampah anorganik dapat dikelola melalui bank sampah agar memiliki nilai ekonomi dan bisa menambah pendapatan warga,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Project Management Intern PT Sirkular Saka Indonesia, Muhammad Zaky, menjelaskan digitalisasi menjadi salah satu pembeda utama dalam sistem BSU Dusun Tamanan dibanding bank sampah konvensional.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cNasabah tidak lagi menggunakan buku tabungan manual, melainkan dapat memantau saldo secara langsung melalui aplikasi. Sementara proses penimbangan dan pencatatan dilakukan menggunakan sistem digital SPOP agar administrasi lebih mudah dan transparan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tak hanya mendukung digitalisasi, PT Sirsak juga membeli sampah jenis Multi Layer Plastic (MLP) yang selama ini belum memiliki nilai ekonomi di tingkat masyarakat. Sampah tersebut nantinya akan masuk ke rantai pengelolaan dan daur ulang sehingga dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPS.<\/p>\n\n\n\n<p>Ke depan, operasional BSU direncanakan melibatkan ibu-ibu PKK sebagai pengelola utama bank sampah, sementara pemuda karang taruna akan mengembangkan pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot. Adapun TPS tetap difungsikan untuk menangani residu sampah yang belum dapat dipilah warga.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDengan adanya pendekatan berbasis insentif ekonomi dan digitalisasi, kami berharap program pengelolaan sampah kali ini dapat berjalan lebih berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan maupun kesejahteraan warga,\u201d pungkasnya. (Ind)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasuruan_lumbungberita.idWarga Dusun Tamanan, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan mulai menerapkan pengelolaan sampah berbasis digital melalui pembentukan Bank Sampah Unit (BSU) yang didampingi PT Sirkular Saka Indonesia (Sirsak). Program tersebut ditandai dengan penimbangan perdana sampah warga yang dilaksanakan pekan ini&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3399,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[31],"tags":[],"class_list":["post-3397","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3397","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3397"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3397\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3401,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3397\/revisions\/3401"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3399"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3397"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3397"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3397"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}