{"id":3319,"date":"2026-04-27T04:56:36","date_gmt":"2026-04-27T04:56:36","guid":{"rendered":"https:\/\/lumbungberita.id\/?p=3319"},"modified":"2026-04-27T04:56:39","modified_gmt":"2026-04-27T04:56:39","slug":"rokok-ilegal-senilai-rp639-miliar-dimusnahkan-pemkab-pasuruan-dan-bea-cukai-pasuruan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/2026\/04\/27\/rokok-ilegal-senilai-rp639-miliar-dimusnahkan-pemkab-pasuruan-dan-bea-cukai-pasuruan\/","title":{"rendered":"Rokok Ilegal Senilai Rp6,39 Miliar Dimusnahkan Pemkab Pasuruan dan Bea Cukai Pasuruan"},"content":{"rendered":"\n<p>PASURUAN. lumbungberita.id<\/p>\n\n\n\n<p>Jutaan batang rokok ilegal dan Barang Kena Cukai (BKC) senilai Rp6,39 miliar, dimusnahkan Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Bea Cukai Pasuruan. Pemusnahan tersebut dengan cara dibakar sebagai bentuk penegakan hukum dan edukasi publik. Senin (27\/4\/26).<\/p>\n\n\n\n<p>Hadir dalam kegiatan pemusnahan Bupati Pasuruan H. M. Rusdi Sutejo, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat, Kapolres Pasuruan, Dandim Pasuruan serta unsur Forkopimda Kabupaten Pasuruan. Konferensi pers digelar sebelum pemusnahan untuk memaparkan hasil penindakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala Kantor Bea Cukai Pasuruan, Hatta Wardhana, menjelaskan bahwa barang yang dimusnahkan merupakan hasil pengawasan dan penindakan periode II Tahun 2025, yaitu Mei\u2013September 2025. Total nilai barang mencapai Rp6.392.749.210 dengan berat keseluruhan 10,014 ton.<\/p>\n\n\n\n<p>Rincian barang yang dimusnahkan meliputi rokok tanpa pita cukai sebanyak 4.233.186 batang atau setara 8,466 ton, tembakau iris (TIS) sebanyak 15.000 gram atau 0,015 ton, dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal sebanyak 1.982,80 liter atau setara 1,532 ton.<\/p>\n\n\n\n<p>Seluruh barang tersebut merupakan Barang yang Dikuasai Negara (BDN) dari pelanggar tidak dikenal, sesuai PMK Nomor 92 Tahun 2025. Berdasarkan PMK Nomor 96 Tahun 2025, barang ini ditetapkan sebagai Barang yang Menjadi Milik Negara (BMMN) dan telah mendapat izin pemusnahan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).<\/p>\n\n\n\n<p>Hatta menegaskan tindak pidana ini melanggar Pasal 54 jo. Pasal 56 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai yang telah diubah dengan UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Ancaman pidana bagi pelaku adalah penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun, serta denda paling sedikit 2 kali dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPenindakan ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan memberantas rokok ilegal, TIS, dan MMEA tanpa dokumen sah. Kami terus perkuat sinergi dengan aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan, Kepolisian, dan TNI,\u201d kata Hatta (Sapaan:red).<\/p>\n\n\n\n<p>Bea Cukai Pasuruan mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk mematuhi ketentuan cukai. Jika mengetahui indikasi peredaran BKC ilegal, masyarakat dapat melapor melalui saluran pengaduan resmi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Diharapkan, penindakan ini memberikan efek jera dan mendorong pelaku usaha taat pada peraturan yang berlaku. (Lum-San).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PASURUAN. lumbungberita.id Jutaan batang rokok ilegal dan Barang Kena Cukai (BKC) senilai Rp6,39 miliar, dimusnahkan Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Bea Cukai Pasuruan. Pemusnahan tersebut dengan cara dibakar sebagai bentuk penegakan hukum dan edukasi publik. Senin (27\/4\/26). Hadir dalam kegiatan pemusnahan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":3320,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-3319","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3319","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3319"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3319\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3321,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3319\/revisions\/3321"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3320"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3319"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3319"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3319"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}