{"id":3148,"date":"2026-04-08T01:52:21","date_gmt":"2026-04-08T01:52:21","guid":{"rendered":"https:\/\/lumbungberita.id\/?p=3148"},"modified":"2026-04-08T01:52:23","modified_gmt":"2026-04-08T01:52:23","slug":"limbah-diduga-b3-resahkan-warga-bakalan-purwosari-oknum-kasun-disinyalir-terlibat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/2026\/04\/08\/limbah-diduga-b3-resahkan-warga-bakalan-purwosari-oknum-kasun-disinyalir-terlibat\/","title":{"rendered":"Limbah Diduga B3 Resahkan Warga Bakalan Purwosari, Oknum Kasun Disinyalir Terlibat"},"content":{"rendered":"\n<p>Pasuruan_lumbungberita.id<br>Warga Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan dibuat resah dengan bau menyengat yang diduga berasal dari pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), Selasa (7\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p>Bau tak sedap yang ditimbulkan dari tumpukan limbah tersebut dikeluhkan warga sekitar, terutama para pemilik warung. Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan pelanggan dan berdampak pada aktivitas usaha mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Tim investigasi Lumbung Berita yang turun langsung ke lokasi mendapati adanya tumpukan limbah yang diduga B3. Berdasarkan informasi yang dihimpun, limbah tersebut berupa sisa olahan seperti sarden, kepiting, ikan, dan sejenisnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Limbah tersebut disebut-sebut berada di lahan yang dikelola oleh Kepala Kewilayahan Dusun (Kawil\/Kasun) Putran.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLalat hijau mulai banyak dari limbah itu, Mas. Dulu yang mengelola lahan itu Pak Sugeng, Kasun Putran. Kalau sekarang saya tidak tahu siapa pengelolanya,\u201d ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Warga juga mengungkapkan bahwa truk pengangkut limbah kerap datang pada sore hingga malam hari untuk melakukan pembuangan. Kondisi ini semakin memperparah dampak yang dirasakan warga sekitar.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKasihan warung-warung itu, Mas. Lalat hijau mulai berkeliaran dari limbah tersebut,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Kepala Kewilayahan Dusun Putran, Sugeng, saat dikonfirmasi mengakui bahwa lahan tersebut berada dalam pengelolaannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Terkait legalitas, sambungnya, pengelolaan tersebut sudah memilili izin. Ia juga menginformasikan akan ada pihak yang menghubungi awak media.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSudah (ada izin), Pak. Nanti njenengan biar ditelepon Pak Yudha, ya,\u201d ujar Sugeng singkat.<\/p>\n\n\n\n<p>Keberadaan lahan pengelolaan limbah yang diduga B3 tersebut turut mendapat sorotan dari Lembaga Swadaya Masyarakat Persatuan Pemuda Peduli Masyarakat Bawah (LSM P3MB). Perwakilan LSM P3MB, Masroni, mempertanyakan legalitas serta mekanisme pengelolaan limbah di lokasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, di lokasi tersebut tidak ditemukan adanya fasilitas atau mesin pengolahan limbah, meskipun disebut telah mengantongi izin.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKetika diminta menunjukkan surat izin, Kasun hanya menyampaikan nanti ada yang menghubungi. Ini tentu menimbulkan tanda tanya,\u201d kata Masroni.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia juga menduga izin pengelolaan limbah tersebut bukan atas nama Kasun Putran. Pihaknya berencana segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) di Pasuruan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKasihan warga, khususnya pemilik warung, jika terus terganggu lalat dan bau busuk. Kami berharap dinas terkait dan Polres Pasuruan segera turun ke lokasi,\u201d pungkasnya. (Lum)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasuruan_lumbungberita.idWarga Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan dibuat resah dengan bau menyengat yang diduga berasal dari pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), Selasa (7\/4\/2026). Bau tak sedap yang ditimbulkan dari tumpukan limbah tersebut dikeluhkan warga sekitar, terutama para pemilik&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3149,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[31],"tags":[],"class_list":["post-3148","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3148","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3148"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3148\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3150,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3148\/revisions\/3150"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3149"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3148"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3148"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3148"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}