{"id":2616,"date":"2026-02-16T05:49:00","date_gmt":"2026-02-16T05:49:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lumbungberita.id\/?p=2616"},"modified":"2026-02-16T05:49:02","modified_gmt":"2026-02-16T05:49:02","slug":"hartanto-boechori-pji-serukan-pers-jadi-agen-kebenaran-pada-puncak-hari-pers-nasional-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/2026\/02\/16\/hartanto-boechori-pji-serukan-pers-jadi-agen-kebenaran-pada-puncak-hari-pers-nasional-2026\/","title":{"rendered":"Hartanto Boechori: PJI Serukan Pers Jadi Agen Kebenaran pada Puncak Hari Pers Nasional 2026"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Surabaya. lumbungberita.id<br>Momentum Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi refleksi penting bagi seluruh insan pers di Indonesia. Mengusung tema \u201cPers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat\u201d, peringatan tahun ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan menjadi penguat komitmen terhadap peran strategis pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI), Hartanto Boechori, dalam pernyataannya menegaskan bahwa tema HPN 2026 mengandung tanggung jawab besar yang harus diwujudkan secara nyata, bukan hanya menjadi slogan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cTema ini jangan hanya menggema dalam slogan dan terjebak pada ritual semata. Harus diimplementasikan dengan penuh makna dalam setiap karya jurnalistik,\u201d tegasnya, Minggu (15\/2\/26).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Boechori sapaan akrab, mengingatkan bahwa pers memiliki peran vital sebagai agen kebenaran. Ia menyerukan kepada seluruh insan pers untuk menjaga integritas, objektivitas, dan kredibilitas dalam setiap pemberitaan. Menurutnya, tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin kompleks, terutama di tengah derasnya arus informasi dan disrupsi digital.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cJadilah agen kebenaran yang sebenar-benarnya. Tegakkan etika jurnalistik, hadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan relevan. Jangan hanya lip service,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menekankan bahwa pers yang sehat bukan sekadar istilah simbolik dalam perayaan tahunan. Lebih dari itu, pers yang sehat adalah pilar utama dalam menegakkan demokrasi, mengawal kebijakan publik, serta mendorong terciptanya ekonomi yang berdaulat dan bangsa yang kuat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Boechori, media massa memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi ruang publik yang jernih dan terpercaya. Dalam setiap sarana publikasi, pers harus mampu menghadirkan informasi yang mencerahkan serta berpihak pada kepentingan masyarakat luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPers yang sehat menjadi pilar penting dalam menegakkan demokrasi, mendukung ekonomi berdaulat, serta memperkuat fondasi bangsa,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di akhir pernyataannya, Boechori menyampaikan semangat perjuangan bagi seluruh insan pers nasional. Ia mengajak agar pers tetap menjadi suara rakyat yang sejati, bukan sekadar gema ritual tahunan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMaju terus Pers Nasional. Jadilah suara rakyat yang sejati, bukan sekadar gema ritual. Merdeka!\u201d serunya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai organisasi yang mengusung semangat profesionalisme dan integritas, PJI menegaskan komitmennya sebagai penegak pilar demokrasi, sejalan dengan semangat Hari Pers Nasional 2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jurnalis: Lum-PJI.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surabaya. lumbungberita.idMomentum Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi refleksi penting bagi seluruh insan pers di Indonesia. Mengusung tema \u201cPers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat\u201d, peringatan tahun ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan menjadi penguat komitmen terhadap peran&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":2617,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-2616","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2616","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2616"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2616\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2618,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2616\/revisions\/2618"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2617"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2616"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2616"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2616"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}