{"id":1757,"date":"2025-11-19T03:59:13","date_gmt":"2025-11-19T03:59:13","guid":{"rendered":"https:\/\/lumbungberita.id\/?p=1757"},"modified":"2025-11-19T04:03:44","modified_gmt":"2025-11-19T04:03:44","slug":"bpbd-pasuruan-bekali-warga-legok-pengetahuan-tanggap-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/2025\/11\/19\/bpbd-pasuruan-bekali-warga-legok-pengetahuan-tanggap-bencana\/","title":{"rendered":"BPBD Pasuruan Bekali Warga Legok Pengetahuan Tanggap Bencana"},"content":{"rendered":"\n<p>Pasuruan_lumbungberita.id<br>Pemerintah Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Mitigasi Bencana pada Rabu (19\/11\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan ini diikuti perangkat desa, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda, dengan menghadirkan narasumber dari BPBD Kabupaten Pasuruan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala Desa Legok, Nursalam, menyebut kegiatan ini penting karena wilayah Legok termasuk daerah rawan bencana, terutama banjir.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSampai sekarang normalisasi sungai masih berlangsung. Makanya kami anggarkan juga untuk sosialisasi. Banyak manfaat yang bisa dipetik dari kegiatan ini,\u201d ujar Nursalam.<\/p>\n\n\n\n<p>Materi utama disampaikan oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pasuruan, Ahmad Sidiq. Ia menjelaskan bahwa penanggulangan bencana merujuk pada Perda Kabupaten Pasuruan No. 4 Tahun 2011, yang terbagi menjadi tiga tahap: pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"575\" src=\"https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251119-WA0010.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1758\" srcset=\"https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251119-WA0010.jpg 1000w, https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251119-WA0010-300x173.jpg 300w, https:\/\/lumbungberita.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/IMG-20251119-WA0010-768x442.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada tahap pra bencana, pemerintah dan masyarakat melakukan perencanaan pengurangan risiko, pencegahan, penataan ruang, hingga pendidikan dan pelatihan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu saat bencana terjadi, langkah cepat seperti pengkajian lokasi, penentuan status darurat, evakuasi warga, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga perlindungan kelompok rentan menjadi prioritas.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara pada tahap pasca bencana, fokus diarahkan pada perbaikan sarana prasarana, bantuan perbaikan rumah, hingga penerapan rancang bangun yang lebih tahan bencana.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTiga tahap ini penting sebagai modal pemahaman kita untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana,\u201d paparnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sidiq juga menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan urusan bersama yang melibatkan lima unsur Pentahelix: pemerintah, masyarakat, akademisi\/pakar, media massa, dan dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n<p>Masing-masing, sambungnya, memiliki peran. Mulai dari regulasi, edukasi, pengembangan inovasi, hingga kontribusi pada penanganan darurat dan rehabilitasi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSinergi ini penting agar penanggulangan bencana bisa berjalan efektif dan masyarakat semakin siap menghadapi potensi ancaman,\u201d pungkas Sidiq.<\/p>\n\n\n\n<p>Jurnalis: Indra<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasuruan_lumbungberita.idPemerintah Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Mitigasi Bencana pada Rabu (19\/11\/2025). Kegiatan ini diikuti perangkat desa, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda, dengan menghadirkan narasumber dari BPBD Kabupaten Pasuruan. Kepala Desa Legok, Nursalam, menyebut kegiatan ini&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1759,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[],"class_list":["post-1757","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bencana"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1757","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1757"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1757\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1760,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1757\/revisions\/1760"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1759"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1757"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1757"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1757"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}