{"id":1580,"date":"2025-11-02T10:39:07","date_gmt":"2025-11-02T10:39:07","guid":{"rendered":"https:\/\/lumbungberita.id\/?p=1580"},"modified":"2025-11-02T10:39:11","modified_gmt":"2025-11-02T10:39:11","slug":"kota-brem-punya-fpk-seniman-madiun-siap-majukan-budaya-lewat-karya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/2025\/11\/02\/kota-brem-punya-fpk-seniman-madiun-siap-majukan-budaya-lewat-karya\/","title":{"rendered":"Kota Brem Punya FPK! Seniman Madiun Siap Majukan Budaya Lewat Karya"},"content":{"rendered":"\n<p>Madiun_lumbungberita.id<br>Semangat baru mengalir di kalangan seniman dan budayawan Kota Madiun. Mereka kini resmi membentuk Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Kota Madiun, sebagai wadah untuk memajukan seni dan budaya lokal agar tak kalah oleh arus modernisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembentukan pengurus FPK Kota Madiun berlangsung di Pendopo Ronggolawe, Winongo, Kecamatan Manguharjo, Minggu (2\/11\/2025). Sejumlah tokoh budaya, pemilik sanggar, dan pegiat seni hadir dalam acara bertajuk \u201cTasyakuran Pembentukan FPK Kota Madiun\u201d itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua FPK Kota Madiun, Siyam Sumartini, mengatakan pembentukan forum ini bukan sekadar soal struktur organisasi, melainkan tentang membangun mental dan kesadaran seniman untuk berkarya lebih dalam dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya yakin seniman Kota Madiun bisa lebih fokus pada karya, bukan semata-mata pada materi. Kita ingin FPK menjadi ruang tumbuhnya kreativitas dan karakter budaya,\u201d terang pria yang juga dikenal sebagai pegiat lingkungan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Siyam melanjutkan, keberadaan FPK diharapkan mampu memperkuat Obyek Pemajuan Kebudayaan (OPK) seperti seni, adat istiadat, pengetahuan tradisional, dan olahraga tradisional khas Madiun.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, pemilik salah satu sanggar seni di Madiun, Hari Prasetyo, menilai kehadiran FPK menjadi angin segar bagi para pelaku seni muda.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami berharap FPK bisa jadi jembatan bagi seniman untuk memahami lebih dalam apa itu budaya. Sinergi antara pengurus FPK dan pelaku seni penting untuk memperkaya pengetahuan budaya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua FPK Jawa Timur, Ki Bagong Sabdo Sinukarto, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengaku terkesan dengan antusiasme para seniman Madiun.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHaru campur bangga melihat semangat teman-teman di Kota Pendekar ini. Meski baru tasyakuran, acara sudah dikemas sangat estetik bahkan ada lagu khusus tentang FPK,\u201d papar Ki Bagong.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam acara tersebut, para tamu disuguhi berbagai kesenian khas Madiun seperti Pencak Solah Madiunan, serta hidangan khas Pecel Madiun yang menjadi ikon budaya kuliner setempat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan terbentuknya FPK Kota Madiun, diharapkan geliat kebudayaan lokal semakin hidup dan menjadi identitas kuat bagi generasi muda di \u201cKota Brem\u201d ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Jurnalis: Indra<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Madiun_lumbungberita.idSemangat baru mengalir di kalangan seniman dan budayawan Kota Madiun. Mereka kini resmi membentuk Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Kota Madiun, sebagai wadah untuk memajukan seni dan budaya lokal agar tak kalah oleh arus modernisasi. Pembentukan pengurus FPK Kota Madiun berlangsung&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1581,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[21,3],"tags":[],"class_list":["post-1580","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seni-dan-budaya","category-umum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1580","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1580"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1580\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1582,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1580\/revisions\/1582"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1581"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1580"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1580"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1580"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}