{"id":1401,"date":"2025-10-15T15:55:47","date_gmt":"2025-10-15T15:55:47","guid":{"rendered":"https:\/\/lumbungberita.id\/?p=1401"},"modified":"2025-10-15T15:55:54","modified_gmt":"2025-10-15T15:55:54","slug":"reses-di-gempol-febri-irawan-dicurhati-soal-sampah-dan-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/2025\/10\/15\/reses-di-gempol-febri-irawan-dicurhati-soal-sampah-dan-sekolah\/","title":{"rendered":"Reses di Gempol, Febri Irawan Dicurhati Soal Sampah dan Sekolah"},"content":{"rendered":"\n<p>Pasuruan_lumbungberita.id<br>Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Febri Irawan Darwis menggelar Serap Aspirasi atau reses masa sidang I tahun 2025\/2026 di Kecamatan Gempol, Rabu (15\/10\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kegiatan tersebut, berbagai keluhan warga mengemuka, mulai dari persoalan sampah, pendidikan, hingga fasilitas kesenian.<\/p>\n\n\n\n<p>Puluhan tokoh masyarakat dan pemuda dari berbagai desa di Gempol hadir dalam pertemuan itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Febri menjelaskan, prioritas anggaran Pemkab Pasuruan tahun 2026\u20132027 akan difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, forum reses tersebut justru didominasi keluhan soal sampah. Warga menilai penanganan sampah di sejumlah titik masih jauh dari kata tuntas.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSampah di Sungai Wrati, khususnya di Legok, sudah menumpuk. Kami khawatir plengsengan yang akan dibangun akan cepat rusak kalau sampah tidak segera ditangani,\u201d ujar salah satu warga Desa Legok.<\/p>\n\n\n\n<p>Keluhan serupa juga disampaikan warga Desa Kejapanan. Ia menginginkan Pemkab mempunyai data terkait volume sampah di tiap-tiap RW. Agar penanganan sampah bisa tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cVolume sampah di wilayah kami sudah sangat tinggi, bahkan penampungan sudah tidak cukup lagi. Kalau nanti ada perda sampah, tolong volume sampah diukur juga di setiap RW,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, warga dari Desa Kepulungan mengaku terdampak akibat terbakarnya TPS Pempes di Randupitu. Warga membutuhkan solusi secepatnya karena beberapa daerah kini mengalihkan pembuangan sampah ke TPS di Dusun Betas.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSebagian sampah yang seharusnya dikirim ke TPS Pempes kini dibuang ke wilayah kami di Dusun Betas. Kondisinya sudah overload, kami butuh solusi cepat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menanggapi berbagai aspirasi itu, Febri mengakui bahwa persoalan sampah memang menjadi perhatian utama Bupati Pasuruan. Ia mengatakan Bupati menargetkan persoalan sampah selesai di desa, bukan di TPA.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami dari Fraksi Gerindra juga sudah mengusulkan Raperda terkait sampah. Tapi tentu prosesnya panjang, ada uji baca, uji akademis, dan sebagainya. Mohon doa agar bisa segera terealisasi,\u201d jelas Febri.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain isu lingkungan, Anggota Komisi 1 ini juga setuju dengan usul warga agar di Kecamatan Gempol dibangun sekolah menengah atas negeri (SMAN).<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya sepakat. Dengan jumlah penduduk sebesar itu, Gempol belum punya SMA negeri. Aspirasi ini akan saya sampaikan ke Pemprov Jatim,\u201d ucap Febri.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kesempatan itu, Febri juga menyoroti gedung Sentra Pia di Kejapanan yang terbengkalai selama bertahun-tahun. Ia menilai, bangunan itu bisa disulap menjadi Gempol Creative Center.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSeperti di Malang ada Malang Creative Center. Pasuruan belum punya. Kalau Gempol bisa menjadi yang pertama, tentu sangat bagus,\u201d tutupnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jurnalis: Indra<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasuruan_lumbungberita.idAnggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Febri Irawan Darwis menggelar Serap Aspirasi atau reses masa sidang I tahun 2025\/2026 di Kecamatan Gempol, Rabu (15\/10\/2025). Dalam kegiatan tersebut, berbagai keluhan warga mengemuka, mulai dari persoalan sampah, pendidikan, hingga fasilitas kesenian. Puluhan tokoh masyarakat&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1402,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-1401","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1401","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1401"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1401\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1403,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1401\/revisions\/1403"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1402"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1401"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1401"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lumbungberita.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1401"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}